Terpisahnya Papua Nugini Dari Papua

Terpisahnya Papua Nugini Dari Papua

Informasi Terkini – Pada tahun 1883, koloni Queensland mencoba mencaplok bagian selatan timur New Guinea, tetapi pemerintah Inggris tidak menyetujui. Namun ketika Jerman mulai permukiman di utara protektorat Inggris diproklamasikan pada tahun 1884 atas pantai selatan New Guinea dan pulau-pulau yang berdekatan. Protektorat, disebut British Nugini, dianeksasi langsung pada tanggal 4 September 1888. Kepemilikan ditempatkan di bawah otoritas Commonwealth of Australia pada tahun 1902. Setelah pengesahan UU Papua, 1905, British Nugini menjadi Wilayah Papua, dan administrasi Australia resmi dimulai pada tahun 1906, meskipun Papua tetap de jure milik Inggris sampai kemerdekaan Papua Nugini pada tahun 1975.

Ada kegiatan ekonomi kecil di Papua. Australia dikelola secara terpisah berdasarkan Undang-Undang Papua sampai diserbu oleh Kekaisaran Jepang pada tahun 1941, dan pemerintahan sipil ditangguhkan. Selama Perang Pasifik, Papua diperintah oleh pemerintahan militer Australia dari Port Moresby, di mana Jenderal Douglas MacArthur kadang-kadang membuat markasnya.

Pulau besar yang membentang antara Papua dan Papua Nugini, secara geografis disebut dengan New Guinea. Bagian barat New Guinea termasuk dalam wilayah Indonesia, Provinsi Papua saat ini. Sedang bagian timur adalah wilayah Papua Nugini. Tapi mengapa sampai terpisah begitu?

Nama New Guinea diberikan oleh pelaut Spanyol bernama Ynigo Ortiz de Retes pada 1545. Dia memberikan nama wilayah itu New Guinea sebab dia menilai orang-orang di sana mirip dengan orang Afrika di pantai Guinea.

Pada tahun 1884, kolonial Inggris di Port Moresby, memproklamasikan bahwa wilayah bagian tenggara New Guinea menjadi wilayah kekuasaanya. Tahun yang sama pula, bendera Jerman dikibarkan di timur laut New Guinea. Kedua peristiwa tersebut telah menyadarkan Belanda.

Belanda kemudian bertindak cepat jika tidak ingin New Guinea bagian barat jatuh kepada kekuasaan bangsa Eropa lainnya. Belanda mengklaim mulai Raja Ampat hingga 141 derajat di bagian timur (garis yang membentang antara timur Kota Jayapura hingga ke Merauke) menjadi wilayah kekuasaannya.

Klaim Belanda ini akhirnya diakui oleh Inggris pada 1895, diikuti oleh pengakuan Jerman pada tahun 1910. Garis batas internasional ini masih berlaku hingga saat ini, yang memisahkan negara Papua Nugini dan Provinsi Papua, Indonesia.