Tips Agar Aman Jika Ingin Menambahkan Pemakaian Krim Dokter

Tak dipungkiri bahwa setiap orang menginginkan kulit yang sehat tanpa masalah sedikitpun. Entah masalah jerawat, komedo, atau yang lainnya. Nah, karena setiap orang memiliki permasalahan kulit yang berbeda-beda. Tentunya ada yang bisa diatasi dengan menggunakan skincare yang dijual secara umum, namun ada juga yang membutuhkan perawatan khusus menggunakan produk skincare yang diresepkan oleh dokter.

Namun , tidak semua produk skincare umum bisa digunakan secara bersamaan dengan produk skincare yang diresepkan dari dokter kulit. Bahkan ada pula yang jika sudah menggunakan produk skincare dari dokter kulit, otomatis akan melepas produk skincare yang umum. Namun, jika Anda ingin menambahkan pemakaian krim dokter disela-sela pemakaian produk skincare umum, maka sebaiknya yuk simak tips berikut.

1. Jenis Produk

Hal utama yang harus diperhatikan adalah jenis produk skincare dari dokter. Apabila Anda memutuskan untuk menggunakan skincare dari dokter, maka tentunya Anda mempunyai masalah kulit tersendiri yang sekiranya sulit diatasi jika menggunakan skin care umum. Maka, biasanya dokter menyarankan untuk penggunaan krim pencerah wajah, krim untuk wajah berjerawat, serta krim untuk mengatasi bekas jerawat. Nah di dalam krim tersebut pastinya ada beberapa kandungan, seperti kandungan retinol atau benzoyl perozide. Nah,jika Anda ingin menggunakan produk skin care dari dokter yang memiliki kandungan di atas maka sebaiknya Anda tidak menggunakan produk skincare umum yang juga memiliki kandungan yang sama. Karena hal tersebut bisa mencegah resiko iritasi berlebihan.

2. Produk yang Sebaiknya Anda Gunakan

Pada dasarnya produk skincare dokter umunya dapat memberikan beberapa efek samping, tak hanya itu bahkan efek samping tersebut bisa membuat kulit iritasi hingga breakout. Oleh karena itu, maka sebaiknya seimbangkan produk yang Anda gunakan, apabila skincare dokter menyebabkan kulit Anda mengelupas, memerah, maka sebaiknya Anda menggunakan skincare yang lembut untuk kulit. Misalnya toner dan serum

3. Produk yang Sebaiknya Anda Hindari

Selain menghindari penggunaan kandungan yang sama dalam skincare, maka ada juga jenis produk yang dapat menyebabkan iritasi bahkan merusak kulit Anda jika digunakan secara bersamaan. Yakni scrub dan cleansing brush.

4. Urutan Pemakaian Skin Care

Nah, selain kandungan skincare yang harus diperhatikan, urutan pemakaian skincare juga harus diperhatikan lho ladies. Apalagi jika kamu menggunakan produk skincare umum dan skincare dokter secara bersamaan. Lalu, bagaimana urutan pemakaian yang benar?
Nah, untuk produk awal yang memiliki tekstur krim, urutan penggunaannya adalah cleanser, toner, serum, krim dokter dan sunscreen dipagi hari / moisturizer di malam hari.

Untukproduk yang bertekstur cair urutan penggunaannya adalah cleanser, toner, skin care dokter, serum, serta sunscrren di pagi hari / moisturizer di malam hari

5. Cara Meminimalisir Dampak Negatif

Nah, lalu timbulah pertanyaan, bagimana kalau menggunakan dua produk tersebut lalu timbul dampak negative, seperti kulit yang iritasi, kemerahan, kulit menjadi kering dan berakhir dengan breakout. Nah, Anda tidak perlu khawatir dengan hal tersebut. Untuk meminimalisir dampak tersebut, maka hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah, gunakan produk skincare yang sesuai untuk jenis kulit Anda.

Lalu, apabila pelembap dari krim dokter membuat kulit Anda menjadi kering, maka sebaiknya gunakan pelembap biasa yang teksturnya lebih kental. Lalu, kurangi porsi penggunaan skincare dokter argar kulit Anda menyesuaikan terlebih dahulu.