Tips Memilih Jenis Eyeliner Yang Tepat

Tips Memilih Jenis Eyeliner Yang Tepat

Informasi Terkini – Salah satu produk makeup paling basic yang dimiliki wanita pastinya ada eyeliner. Namun, saat memilih eyeliner, galaunya sama seperti memilih warna lipstik. "Pakai eyeliner yang mana?”, "Apa beda eyeliner yang bentuknya pensil, pena, sampai yang cair?”, "Cara pakainya?” Dan seterusnya. Yuk, baca terus artikel ini untuk mengenal jenis-jenis eyeliner ini, berikut kelebihan dan kekurangannya.

1. Eyeliner Pensil

Eyeliner pensil adalah jenis terbaik untuk pemula. Garis yang dihasilkan memang tidak setajam eyeliner cair atau pena, namun hasilnya lebih lembut. Karena sifat bahannya, penggunaannya pun mirip krayon: mudah ditimpa, membentuk garisnya bisa sedikit-sedikit tanpa ada risiko bleber. Eyeliner ini biasanya memiliki tekstur serupa krayon, namun ada juga yang menggunakan gel atau kohl. Keuntungan memakai eyeliner jenis ini, Anda bisa menjadikannya sebagai eyeshadow karena bahannya yang mudah dibaurkan. Pilih eyeliner pensil jika Anda hobi membuat garis tipis di atas garis bulu mata atau membuat tightlining. Bahan eyeliner pensil tak mudah ‘rontok’ sehingga tak mudah masuk ke mata.

2. Eyeliner Gel

Jenis eyeliner ini biasanya dikemas dalam bentuk wadah yang dilengkapi kuas kecil. Bedanya dengan eyeliner pensil adalah bahannya. Gel lebih licin atau halus ketika digunakan pada kelopak. Kulit pun tidak ikut ‘terseret’ ketika Anda memakai jenis eyeliner ini. Warnanya juga cukup pekat dengan hasil yang agak mengilap. Namun, pastikan Anda menutup wadah eyeliner gel dengan rapat dan di tempat yang tak terkena sinar matahari. Eyeliner jenis ini sangat mudah kering sehingga sulit digunakan.

Untuk yang memiliki kelopak mata berminyak, eyeliner jenis ini punya kecenderungan untuk bleber, memudar, atau garisnya menempel di kelopak mata atas (been there, done that). Namun, Anda bisa mengakalinya dengan menggunakan bedak atau eyeshadow base dalam bentuk bubuk terlebih dahulu. Setelah itu, barulah lukis garisnya dengan eyeliner gel. Agar eyeliner tidak menempel di kelopak mata atas, tempelkan tisu dan tekan perlahan untuk menyerap kelebihan gel.

3. Eyeliner Cair

Banyak yang bilang aplikasinya untuk eyeliner cair sulit, padahal tidak juga kok. Namun, untuk Anda yang baru belajar pakai eyeliner dan tangannya masih belum steady, eyeliner jenis ini baru memang agak menyulitkan. Aplikasinya harus rapi dan garisnya harus bersih. Agar tangan Anda tak goyah saat melukis garis, coba bertumpu pada siku yang diletakkan pada meja. Karena teksturnya yang encer dan pekat, pastikan cairannya tidak terlalu banyak menempel di kuas dan membuat aplikasinya berantakan. Sapukan kuas pada mulut botol beberapa kali. Agar tidak mudah luntur, pilih eyeliner cair dengan formula waterproof.

Eyeliner cair biasanya memiliki ujung kuas yang tipis untuk memudahkan Anda melukis garis. Gaya cat eyes pun juga lebih ‘jadi’ jika Anda menggunakan eyeliner cair. Poin plusnya lagi, eyeliner cair memudahkan Anda melukis garis yang dekat dengan bulu mata, sehingga tak ada celah yang tersisa. Ada sedikit tips dari kami, nih. Kalau ada garis yang melenceng, bersihkan dengan cotton bud yang sudah dibasahi makeup remover.

4. Eyeliner Pena

Bentuknya yang seperti pena atau spidol enak digenggam dan dipegang ketika sedang melukis garis. Panjangnya pas. Teksturnya pun mirip dengan eyeliner cair. Kebanyakan eyeliner pena biasanya memiliki ujung yang mengecil tipis seperti kuas kaligrafi atau cat air. Agak berbeda dengan kuas eyeliner cair pada umumnya, ujung eyeliner pena ini biasanya lebih lentur. Sama seperti kuas kaligrafi, Anda bisa mengatur ketebalan eyeliner.