Tips Menghadapi Tantangan Untuk Para Entrepreneur Di Tahun Pertama Memulai Usaha

Tips Menghadapi Tantangan Untuk Para Entrepreneur Di Tahun Pertama Memulai Usaha

Informasi Terkini – Dalam memulai usaha baru, para entrepreneur akan menghadapi banyak tantangan yang harus dilalui. Dan bagi Anda yang baru-baru ini sedang menjalani tahap awal atau tahun pertama memulai usaha baru, tentunya akan menemukan banyak tantangan yang harus dilalui, agar usaha dapat berjalan dengan lancar, sekaligus berkembang dengan pesat. Agar usaha yang sedang dirintis berjalan baik bahkan semakin maju, yuk ketahui beberapa tantangan yang biasa dihadapi para entrepreneur di tahun pertama memulai usaha dan tips untuk menghadapinya. Keep scrolling!

1. Membuat dan Menentukan Bussiness Plan

Di tahun pertama memulai usaha baru, perlu adanya rencana bisnis yang matang agar semua berjalan dengan baik serta bisa fokus pada tujuan dibentuknya usaha tersebut. Di tahun pertama, sebaiknya jangan menggunakan prinsip "jalani saja dulu” tetapi diperlukan adanya bussines plan yang tepat dan jelas. Membuat bussiness plan dalam memulai usaha baru sangatlah penting untuk menentukan tujuan dan cara untuk mencapainya. Sebelum memulai, Anda bisa melakukan riset terlebih dahulu untuk memastikan usaha yang akan dijalankan akan bisa bertahan menghadapi persaingan, membantu Anda menjadi lebih kreatif dan tetap fokus pada tujuan dari usaha yang dijalankan.

2. Keterbatasan Biaya

Biaya yang terbatas saat sedang memulai usaha di tahun pertama adalah tantangan yang biasa dihadapi para entrepreneur. Perubahan pasar, naik turunnya kurs mata uang asing dan harga barang baku yang seringkali berubah tentu saja akan sangat berpengaruh pada keuangan perusahaan. Namun, jangan terlalu cepat menyerah dengan terbatasnya modal atau uang saat memulai sebuah usaha baru. Pengelolaan dan menentukan prioritas keuangan harus dilakukan dengan bijak untuk kepentingan jangka panjang perusahaan. Untuk bisa mendapatkan sumber dana tambahan, Anda juga bisa mencari investor atau memanfaatkan fasilitas UMKM dari pemerintah, bukan?

3. Kesulitan Memasarkan Produk atau Jasa

Bagi seorang entrepreneur yang sedang menjalani tahun pertama dalam memulai usaha baru, memiliki perusahaan dengan produk dan jasa yang bagus saja tidaklah cukup. Menghadapi persaingan yang ketat di era digital saat ini, Anda perlu mengetahui pasar dan mengatur strategi pemasaran agar produk dan jasa yang dibuat bisa sampai ke target yang tepat. Mengatur dan menentukan strategi pemasaran yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan usaha. Dalam memasarkan produk maupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan Anda, sebaiknya tentukan dahulu target market dan media pemasaran yang tepat.

4. Masih Banyak Mengalami Kegagalan

Kegagalan adalah sesuatu yang sangat biasa dihadapi oleh para entrepreneur, apalagi di tahun pertama saat memulai sebuah usaha baru. Banyak usaha yang tidak berlanjut karena tidak mampu bertahan di tengah kegagalan yang dialami. Bagi Anda yang sedang atau akan memulai usaha baru, kegagalan adalah bagian dari proses yang harus dilalui untuk membuat perusahaan semakin berkembang dan memperoleh keberhasilan. Saat mengalami kegagalan, tetaplah fokus pada goals yang akan dicapai sambil terus melakukan evaluasi untuk memperbaiki sistem dan pengelolaan setiap aspek dalam usaha yang dijalankan.

5. Pandangan Negatif dari Orang di Sekitar

Berbeda dengan pengusaha biasa, seorang enterpreneur tidak hanya akan membuat usaha dari sesuatu yang sedang viral dan hanya modal "ikut-ikut”saja. Seorang entrepreneur akan menemukan dan membuat usaha baru yang selama ini bahkan mungkin belum terpikirkan orang lain. Namun, memulai usaha baru dan menawarkan produk atau jasa yang selama ini belum ada memang ada plus minusnya.

Tantangan yang harus dihadapi salah satunya adalah tanggapan negatif dari orang sekitar terhadap usaha baru yang dilakukan. Dianggap tidak akan bertahan lama dan tidak akan laku misalnya. Menghadapi situasi yang demikian, Anda harus tetap bertahan pada passion dan fokus pada tujuan dari usaha yang dibuat. Tidak perlu merasa rendah diri dan putus asa, karena perusahaan sekelas dan sebesar Facebook milik Mark Zuckerberg-pun dimulai dengan mendapat pandangan negatif dari orang lain.