Tips Menghentikan Emotional Eating Untuk Miliki Kebiasaan Makan Sehat

Tips Menghentikan Emotional Eating Untuk Miliki Kebiasaan Makan Sehat

Informasi Terkini – Masalah yang dihadapi setiap harinya mungkin bisa membuat seseorang menjadi stres dan melampiaskannya dengan mengonsumsi makanan tidak sehat dalam jumlah berlebih. Banyak makan saat sedang dalam kondisi stres bisa disebut dengan kondisi Emotional Eating. Bila dibiarkan begitu saja atau tidak segera diubah, kebiasaan serta kondisi tersebut bisa menjadi semakin parah hingga berpengaruh pada kesehatan secara fisik seperti obesitas atau penyakit jantung. Untuk lepas dari kondisi Emotional Eating, yuk, praktikkan beberapa hal berikut!

1. Cari aktivitas lain saat mengalami emotional eating

Kondisi emotional eating bisa dialami ketika seseorang mencari pelampiasan untuk lari dari stres yang dialami dan mendapatkan kepuasan setelah makan dalam jumlah yang banyak. Untuk mengatasi kondisi tersebut, orang yang mengalaminya harus mencoba mencari kegiatan atau aktivitas lain sebagai kompensasi ketika pikiran sedang penat. Kegiatannya bisa berbeda pada tiap-tiap orang, pilih satu atau beberapa yang bisa dilakukan seperti olahraga, jalan-jalan sore, mandi air hangat, atau bisa juga dengan menata kamar tidur.

2. Mengatur pola makan

Keinginan untuk makan dalam jumlah berlebih saat mengalami kondisi emotional eating biasanya adalah keinginan untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat, khususnya junk food. Baik makan berlebihan atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat, keduanya tidak baik untuk dijadikan kebiasaan. Untuk dapat menghentikan keinginan makan saat stres, orang yang mengalaminya harus mulai mengatur pola serta menu makan dengan makanan yang sehat dan bergizi atau bisa melakukan apa yang disebut dengan mindfull eating. Hal tersebut bisa membantu menghentikan keinginan untuk makan saat sebenarnya perut tidak benar-benar merasa lapar melainkan untuk pelampiasan saja.

3. Ketahui trigger yang menjadi penyebab emotional eating

Sama halnya seperti sedang diet, ada beberapa makanan atau penyebab khusus yang seringkali menjadi godaan yang dapat menyebabkan program diet menjadi gagal total. Dalam kasus emotional eating pun sebenarnya sama. Untuk bisa mengatasi emotional eating, orang yang mengalaminya perlu mengetahui terlebih dahulu alasan apa yang biasanya membuatnya mengalami kondisi tersebut. Dengan mengetahui penyebabnya, ketika hal tersebut terjadi, orang yang mengalaminya bisa menahan diri dan tidak terjebak dengan kondisi yang sama, yang jelas tidak baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Contohnya, bila Anda mengalami emotional eating saat merasa kesepian, coba ajak teman Anda berkumpul dan ngobrol bersama.

4. Lakukan kegiatan untuk meredakan stres

Mengatur emosi memang bukan hal yang mudah, apalagi bila dihadapkan dengan pekerjaan yang menumpuk dan juga masalah dengan orang disekitar. Namun, bila tidak dilatih, kemampuan dalam mengatur emosi juga tidak bisa datang begitu saja. Perlu ada latihan dan bila perlu ditunjang dengan beragam kegiatan yang bisa membantu dalam mengatur emosi, seperti yoga maupun meditasi. Ketika sudah bisa mengatur emosi dengan baik, kondisi yang buruk tidak akan membuat Anda mudah mencari pelampiasan untuk mendapatkan kebahagiaan atau sekadar lari dari masalah.

5. Tidak perlu lari dari masalah

Meski hidup memang tidak bisa terlepas dari tantangan dan juga masalah, sebaiknya hal tersebut harus dihadapi dan diselesaikan. Saat sedang stres, ada orang yang mengalami pertambahan nafsu makan sehingga mengalami apa yang disebut dengan Emotional Eating. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kepuasan dan melupakan semua masalah atau kesedihan yang sedang dihadapi. Karenanya, untuk bisa lepas dari kondisi emotional eating, orang yang mengalaminya harus belajar untuk tegar menghadapi tantangan yang dilewati. Kepuasan yang didapatkan dengan makan sebagai pelampiasan hanya bersifat sementara saja. Lari dari masalah bukanlah jalan keluarnya, melainkan hanya menunda atau bahkan membuatnya menjadi semakin besar.